U-Boat, Kapal selam mematikan Jerman

Kali ini Zahid akan membahas tentang kekuatan Nazi Jerman saat Perang Dunia II


U-Boat dalam bahasa Jerman disebut U-Boot merupakan singkatan dari Unterseeboot yaitu sebutan dari kapal selam Jerman yang menjadi lawan mematikan bagi kapal-kapal sekutu selama Perang Dunia I dan II. Pada PD II tercatat pertempuran laut antara U-Boot melawan kapal-kapal sekutu banyak terjadi di Samudera Atlantik.
Dalam bahasa Jerman sendiri, istilah U-Boot berlaku pada semua kapal selam militer, tidak terbatas pada kapal selam militer Jerman saja. Untuk kapal selam non-militer istilah Tauchboot yang digunakan.

Seandainya saja Hitler adalah orang laut seperti Perdana Menteri Inggris Winston Churchil atau Presiden Amerika Roosevelt, Jerman akan digdaya sampai akhir di lautan.

Churchill sebelum PD II pecah pernah menjadi Lord of Admiralty. Sementara Roosevelt pernah menjabat Menteri AL AS. Sedangkan Hitler? Mantan prajurit Jerman dalam PD I berpangkat kopral. Tak heran ia lebih mengerti darat dan menjunjung tinggi kekuatan matra ini.

Akibatnya, saat PD II meletus Kriegs-marine (AL Jerman) hanya memiliki 57 U-boat (hanya 22 unit siap operasi) dan bukan 1 000 unit seperti yang dibutuhkan untuk menghancurkan Inggris dan AS. Laksamana Nazi Jerman, Karl Doenitz mengeluhkan masalah ini.
Karena U-boat adalah salah satu alternatif paling masuk akal untuk menghancurkan jalur logistik menuju Eropa.
 Karl Doenitz


Bayangkan saja, setengah dari kebutuhan makanan rakyat Inggris dipenuhi melalui jalur kapal laut. Demikian juga dengan dua pertiga kebutuhan bahan industri militer negeri ini juga dipasok melalui kapal laut. Tidak berlebihan bila Doenitz berkata, “Bila kita ingin berperang melawan Inggris atau Amerika, harus melumpuhkan dulu jalur logistik lautan mereka.”

Meski demikian, beruntunglah Hitler memiliki Laksamana Karl Doenitz, mantan komandan kapal selam Jerman semasa PD I. Walau dengan modal sedikit Doenitz berhasil memupuk semangat korps kapal selam hingga pada saatnya nanti berhasil digdaya menghancurkan kapal-kapal logistik AS dan Inggris di awal-awal peperangan.

Doenitz berhasil membentuk para komandan kapal selam Jerman menjadi pribadi-pribadi yang gagah berani di medan tempur. Sebut saja Gunther Prien, Schuhardt, Kretschmer, Endrass, Schepke, Frauenheim.

Prien dengan U-47 berhasil menenggelamkan kapal tempur Royal Oak (30.000 ton) milik Inggris di perairan komando AL Inggris di Scapa Flow pada 14 Oktober 1939. Di perairan itu 800 awak Royal Oak menjadi saksi bisu kehebatan U-boat. Sebelumnya, pada September 1939 Schudart juga berhasil mengaramkan kapal induk Courageous (25.000 ton).
Model U-47


The most ace dari U-boat Jerman dipegang Otto Kretschmer. Kretschmer dengan U-99 bahkan menjadi salah satu komandan kapal selam paling top sepanjang masa. Konseptor penyerangan malam hari ini berhasil menenggelamkan total 265.000 ton kapal logistik Sekutu. 

Antara tahun 1939-1940 si kecil cabe rawit U-boat berhasil menenggelamkan 222 kapal dagang Inggris. Ketika PD II berakhir, U-boat Nazi Jerman berhasil mengaramkan total lima juta ton kapal dagang musuh.

Bagi AS dan Inggris keberadaan U-boat dalam perang lautan memang menjadi kendala sendiri. Kapal-kapal berukuran panjang 60-an meter itu bak hantu bawah laut yang amat mengerikan. Tanpa terdeteksi, tahu-tahu blaar!!, kapal permukaan meledak akibat serangan torpedo yang dikirimkan U-boat.

Kehebatan U-boat diakui langsung oleh Churchill. Usai perang secara terbuka Churchill mengatakan, “Satu-satunya yang membuat saya amat takut dalam peperangan adalah keberadaan U-boat!”


Di awal perang dunia kedua, kapal selam Nazi Jerman meraih keberhasilan yang besar walaupun kapal selam yang ada hanya berjumlah 53 unit dengan keterbatasan teknis dan logistik. Keberhasilan ini menyakinkan Hitler yang semula skeptis untuk menyetujui program pembangunan kapal selam yang lebih kuat.

U-Boat mencapai masa kejayaannya antara tahun 1939-1942 dengan menenggelamkan banyak sekali kapal sekutu sehingga angkatan laut Inggris sempat diambang kekalahan pada tahun 1942. Baru setelah ditemukannya radar dan dipecahkannya kode Enigma oleh para ilmuwan sekutu, U-Boat mengalami kemunduran bahkan terbalik dari pemburu bawah laut menjadi yang diburu oleh pesawat anti kapal selam dan kapal perang sekutu. Hampir seluruh U-Boat akhirnya berhasil dikirim ke dasar laut oleh sekutu pada akhir Perang Dunia II. So, memang tak ada kejayaan yang abadi, U-Boat yang dianggap sebagai predator kapal pun akhir nya dapat diatasi.

 Mari kita lihat Foto2 yg Zahid dapet lainnya :







Rinspeed "Splash" sebuah mobil Amfibi dengan kemampuan hydroplaning

The Rinspeed "Splash" adalah sebuah mobil sport amfibi yang unik dengan kemampuan hydroplaning. 

Di jalan raya mobil amfibi ini melesat mampu dengan kecepatan 200 kilo meter per jam (125 mph). Untuk menggunakan sebagai Amfibi,pengemudi kendaraan cukup drive ke dalam air dan hanya menekan sebuah tombol,mekanisme hidrolik akan mengubah mobil sport ke kendaraan Amfibi. Sedangkan Diatas permukaan air,
mobil amfibi ini bisa melaju pada kecepatan 80 kilo meter per jam.
Pertama panel belakang kendaraan membalik hingga mengungkapkan Z-drive, diadaptasi dari sebuah perahu, beristirahat di posisi horisontal. Z-drive memiliki tiga baling-baling berbilah dan dapat diturunkan ke dalam air. Dapat mencapai posisi vertikal berdiri sepenuhnya dalam kedalaman air sekitar 1,1 meter (3,6 kaki).
 Splash diaktifkan oleh mesin 750 cc yang berjalan pada gas alam. Kekuatan mesin dikirim ke roda belakang, baling-baling atau keduanya, tergantung pada dorongan yang diperlukan untuk lebih jauh masuk ke air. Steering perintah dari kemudi ditransfer ke Z-drive.
Pada kedalaman air minimal 1,3 meter (4.3 kaki) suatu sistem terpadu hydrofoils dapat diturunkan ke dalam air. Di bagian belakang kendaraan spoiler besar berputar 180 derajat ke bawah sampai berdiri di bawah tubuh. Di lift dan sisi kanan kokpit dua hydrofoils memutar 90 derajat ke bawah dan bergulir ke dalam V-bentuk. Di bawah kondisi mengemudi normal hydrofoils ini dilipat menurunkan kepada kedua sisi kendaraan.

Bahkan pada kecepatan rendah yang hydrofoils mulai mengangkat Splash keluar dari air. Mencapai posisi yang sepenuhnya tergantung dari kecepatan sekitar 30 kilometer per jam (19 mph), "terbang" sekitar 60 sentimeter (2 kaki) di atas permukaan air. Dengan mencabut hydrofoils Splash juga dapat dioperasikan sebagai "konvensional" amfibi dengan kecepatan hingga 50 kilometer per jam (30 mph).

DRIVE SYSTEM: Direct drive-drive + Z
ENGINE: Mesin bensin
POWER OUTPUT: 140 HP (103 kW) @ 7.000 rpm
PERCEPATAN 0-100 KM / H (62 MPH): 5,9 sec.
KECEPATAN MAKSIMUM (TANAH) 200 km / h (125 mph)
KECEPATAN MAKSIMUM (AIR) Hidrofoil: 80 km / jam (50 mph)
Mencabut hydrofoils: 50 km / h (30 mph)



Nih Zahid Tambahin lagi PICnya :